Jumat, Desember 30, 2016
JADWAL UN TAHUN 2017 KEMENDIKBUD TIDAK SEREMPAK
Jadwal penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) tahun 2017 mengalami perubahan. Jadwal UN yang biasanya bersamaan kali ini berbeda, bahkan UN untuk SMP sederajat malah dijadwalkan dalam dua gelombang.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan jadwal UN yang berbeda dan bergelombang ini dimaksudkan agar cakupan UN berbasis komputer (UNBK) bisa lebih banyak lagi dengan cara bergantian.
"Karena setiap siswa beda soal, peluang bocor dan nyontek pun kecil. Dengan jadwal tak serempak ini, sekolah yang tak punya komputer bisa pinjam ke sekolah yang punya," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud, Totok Suprayitno.
Penyelenggaraan UN dijadwalkan berlangsung pada bulan April sampai dengan Mei tahun 2017. UN untuk SMK/MAK akan dilaksanakan terlebih dahulu pada tanggal 3-6 April 2017. Kemudian SMA/MA, akan dilaksanakan pada 10-13 April 2017.
Menyusul selanjutnya UN SMP/MTs yang akan dirancang menjadi dua gelombang. Gelombang pertama UN SMP/MTs akan berlangsung pada 2, 3, 4, dan 15 Mei 2017. Sedangkan gelombang kedua akan dilaksanakan pada 8, 9, 10, dan 16 Mei 2017.
Mata pelajaran yang diujikan pada UN SMP tetap sama dengan tahun lalu, yakni Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Ilmu Pengetahuan Alam. Sedangkan untuk UN SMA meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program pendidikan.
Sampai saat ini, terdata sekitar 2,1 juta siswa dari total peserta UN SMP dan SMA/SMK sederajat yang jumlahnya 7.125.380 siswa dapat mengikuti UNBK pada tahun depan. Sudah terdata 12.058 sekolah/madrasah siap menjadi tempat UNBK.
"Pemerintah daerah bisa mengatur untuk meningkatkan kapasitas penggunaan UNBK. Bisa dengan berbagi sumber daya, dengan mengatur sekolah pelaksana UNBK. Juga bisa melayani sekolah lain yang belum punya fasilitas komputer.
Sumber : sekolahdasar.net
MULAI TAHUN 2017 PEMBAYARAN TUNJANGAN TPG MENGGUNAKAN SISTEM ONLINE
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bertekad untuk terus melakukan perbaikan dalam penyaluran tunjangan profesi guru (TPG). Untuk memperkecil kemungkinan keterlambatan pembayaran TPG, mulai 2017 mendatang pelaporan penyaluran TPG dirancang menggunakan sistem online.
"Laporan keuangan harus online (daring), sedang dirancang dan didiskusikan dengan BPKP," kata Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud, Sumarna Surapranata, pada Rakornas Aparatur Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) di Surakarta, Jumat (16/12/2016).
Setidaknya ada lima masalah yang terdeteksi dalam penyaluran TPG setiap tahun, salah satunya data yang tidak akurat. Pranata mengatakan optimalisasi data pokok pendidikan (dapodik) akan dilakukan sebagai upaya mendapatkan data yang akurat. Dengan menggunakannya sebagai data tunggal.
Efek data yang tidak akurat berimbas pada jumlah dana yang disalurkan. Jika data kurang, maka penyaluran akan terlambat, dan jika data ternyata melebihi kondisi sebenarnya maka akan menimbulkan sisa lebih penggunaan anggaran (silpa).
Batas akhir penyaluran TPG setiap triwulan adalah tanggal 9 di bulan ketiga, namun kenyataan di lapangan pembayaran TPG seringkali terlambat. Untuk mengatasi ini, Kemendikbud melakukan antisipasi dan sedang merancang sistem pelaporan online.
SekolahDasar.Net | 18 Desember 2016
Sumber: http://www.sekolahdasar.net/2016/12/mulai-2017-pembayaran-tpg-gunakan-sistem-online.html#ixzz4UGxAR5Mj
Langganan:
Komentar (Atom)

