Pemerintah Harus Belajar dari Hacker Website Revolusi Mental
JAKARTA - Pemerintah, dalam hal ini Kementrian Koordinator Pembangunan dan
Kebudayaan (Kemenko PMK), dinilai harus belajar dari pengalaman website
Revolusi Mental.
Dengan biaya yang lumayan besar, website Revolusi
Mental seharusnya tidak mudah disusupi oleh peretas atau hacker. Salah satu
caranya, website Revolusi Mental harus memiliki server dan hosting sendiri.
“Dari pengecekan memang web tersebut memakai
sharehosting. Kurang pas sebenarnya, kementrian yang mempunyai anggaran besar
seharusnya menggunakan server sendiri alias private server,” kata pengamat
keamanan cyber, Communication and Informastion System Security Research Center
(CISSReC), Pratama Persadha kepada Okezone, Jumat (28/8/2015).
Konsekuensi memakai sharehosting, lanjutnya,
menjadikan website Revolusi Mental satu “rumah” bersama web lainnya.
“Private server ini sangat penting. Bila ada
serangan maupun masalah kita bisa restore segera, karena kita sendiri yang
pegang dan kelola. Selain sudah sepatutnya sebuah kementrian mempunyai private
server sendiri, apalagi Presiden Jokowi menginginkan implementasi
e-Government,” terang Pratama.
Sementara itu, desain Revolusi Mental yang meniru
website Presiden Amerika Serikat Barrack Obama pun mendapat kritikan tajam
Pratama. Kemenko PMK seharusnya memakai desain sendiri asli karya anak bangsa
dan bebas masalah hak cipta.
“Pemakaian theme dari Wordpress punya risiko yang
cukup besar. Hal ini karena banyak orang yang sudah tahu celahnya. Jauh lebih
baik jika sistem web dibangun secara mandiri dengan memperhatikan aspek secure
coding” terang pria asli Cepu ini.
Agar peristiwa semacam ini tidak terulang,
Pratama mengusulkan agar instansi pemerintah mapun swasta rajin melakukan
penetration test berkala. Tujuannya untuk mengetahui mana saja lubang di sistem
yang menjadi kelemahan, sehingga bisa segera ditutup dan diperbaiki.
Pratama menekankan bahwa peristiwa ini menjadi
cambuk sekaligus momentum perbaikan, khususnya bagi pemerintahan Jokowi yang
sejak masa kampanye berkomitmen membangun e-Government. Dia berharap nantinya
ada peningkatan keamanan cyber pada kementrian, lembaga negara, sampai pada
pemerintah daerah.
“Kalau mau dilakukan pengecekan, mungkin akan
banyak lembaga pemerintah yang bisa bernasib sama dengan website Revolusi
Mental. Sebelum itu terjadi, sebaiknya dibuat standarisasi, terutama terkait
aspek teknis keamanannya,” jelas Pratama.
(kem)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar